Tandaseru — Perayaan hari ulang tahun kali ini menandai usia Republik Indonesia menginjak 75 tahun. Sayangnya, para veteran perang di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara merasa kurang diperhatikan pemerintah setempat.

Umar Ali (88 tahun), salah satu veteran asal Morotai kepada tandaseru.com menyatakan, para veteran pejuang harus diperhatikan selayaknya pahlawan NKRI. Hanya saja, realitasnya para veteran banyak tidak diperhatikan dan tidak tercatat di makam pahlawan saat meninggal dunia.

“Kebijakan Pemda dan instansi terkait salah satunya soal jasad para veteran yang tidak dikuburkan di makam pahlawan di Desa Wawama Kecamatan Morotai Selatan,” tuturnya.

Umar bilang, sebagian besar pejuang namanya bahkan tak tercatat dalam sejarah bangsa hingga taman makam pahlawan setempat.

Umar Ali, salah satu veteran perang asal Morotai. (Tandaseru/Irjan)

“Bahkan bangkainya tidak terkubur di makam-makam pahlawan, dan mereka hanya tahu merdeka atau mati. Kalau bisa diteruskan kata-kata perjuangan ini, jangan sampai luntur. Usahakan,” ucapnya.

Mantan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara ini juga menyesalkan merajalelanya korupsi di Indonesia yang masuk hingga ke daerah-daerah.

“Indonesia merdeka sudah ke-75 tahun, generasi muda ini harus berusaha agar disenangi dan disegani, bukan ditakuti dan dibenci. Itu motto kita pada zaman dulu. Sehingga harapan saya harus diteruskan sampai sekarang, berperilaku yang jujur, yang benar dan disiplin dari korupsi,” tuturnya.

Ia berharap semua veteran perang harus mendapat gelar kehormatan sebagai penghargaan atas jasa mereka.

“Harapannya agar pemerintah di era sekarang, khususnya Pemerintah Morotai harus memperhatikan veteran-veteran yang ada. Jangan lupa dengan perjuangan mereka, apalagi di hari ini kita peringati kemerdekaan Indonesia yang sudah ke-75 ini. Pahlawan veteran harus diperhatikan,” cetusnya.